Perjuangan Cari Basmati di Jakarta (Tapi Bukan Beli Online) + Review Bebelian Bahan Masak di Marks & Spencer
By Brigida Alexandra - November 25, 2018
Seumur hidup nggak pernah terpikir untuk masak beras basmati, biryani dan kawan-kawannya. Bukan karena nggak suka, justru suka banget! Tapi baca-baca dan nonton video masaknya, wow that's expert level! I'm intimidated!
Kemudian suatu hari, mampir lagi ke Marks & Spencer Senayan City... setelah bertahun-tahun. Pas masih kerja jadi PRgirl di salah satu mall yang ada di Thamrin sana, Food Hall-nya Marks & Spencer itu favorit banget. Awalnya gegara tehnya, they have the cutest packaging for Cammomile Tea, Green Tea and, if I'm not mistaken, English Breakfast. Saking cantiknya, difoto-foto dan di-posting di Instagram.
Lalu lupalah sejenak selama berkelana pindah-pindah tempat kerja walau masih main ke mall itu dan setiap masuk M&S cuma lihat-lihat dan nggak beli apa-apa. Ada masanya, rasa tertarik beli itu hilang tapi kemudian muncul lagi sejak beberapa minggu lalu ketemu beras Basmati yang tinggal masukin ke microwave... and yay!
Tapi..... karena abis grocery shopping beberapa hari sebelumnya dan ada beberapa menu ngidam yang urgent dibuat, akhirnya memutuskan nggak beli dulu sampai semua bahan di rumah sudah aman termasak. Lucunya, randomly kepikir ingin foto.
Selama masa-masa penantian, terbayang-bayang belanja lagi ke M&S. To be honest, grocery shopping is one of the fun parts in life. I feel good whenever I look around, passing every aisle. Ternyata, hal-hal simpel kayak gini itu terapi buat kita.
Instruktur teh Jepang gue bilang, suara masak air... tk tk tk tk... atau suara hujan (selama nggak diganggu dengan suara lain, harus dalam keadaan tenang), itu terapi. Ada artikel lainnya juga tentang terapi dari suara-suara alami yang ada sehari-hari di link ini.
OK, jadi panjang kemana-mana...
Since kantor itu di daerah Thamrin - Sudirman, selalu main ke PI, kali ini akhirnya gue main ke Grand Indonesia karena M&S-nya baru direnovasi. Bahkan bagian Food-nya itu ditaro di depan. I thought, ok it's time for the Food area receives more attention and appreciation.
Ya udah, terbayang-bayang bikin nasi pakai beras Basmati. Pas masuk, I was like... lah, Marks & Spencer GI kok Food nya dikit banget? Padahal udah ditempatin di depan yang keliatan semua orang. Cari Basmati nggak ada, cari Pesto sauce (karena mau bikin blog tentang perbandingan pesto sauce M&S sama Filippo Berio) nggak ada juga.
Lalu gue peratiin ada yang aneh dari barang-barangnya...
Jadiiii... kita flash back lagi dulu. Pas zaman masih sering beli teh cantik di M&S, kemasannya itu memang ditutupin sama label yang isinya nomor BPOM, keterangan produk dan sebagainya. Cara tempel labelnya memang pun jelek banget. Nggak mikirin estetika. Maka waktu pas gue beli, gue tau mau foto produknya karena cakep, tapi ada labelnya! Lalu pas di kasir, gue bilang, 'Saya mau beli ini, tapi kalian lepas labelnya... tapi kalo kemasannya rusak, saya mau yang baru ya.'
I know I was annoying. But the decision to put the label on the front part is more annoying. Gue tanya lah ke mas dan mbanya, kenapa kudu banget ada label itu. Kalau nggak salah, katanya itu peraturan BPOM atau siapa gitu.
Nah, kemarin ini gue ke sana lagi, produknya banyak ditutupin label-label putih kosong, dengan posisi lebih ganggu lagi.
Gemas dan kepo. Bertanyalah diriku pada mba-mba yang pas gue baru nyampe dikit udah nyamperin gue bilang 'silahkan mbaaa... '.
"Mba, kok ini ditutupin begini?"
"Iya, ini kita yang tutup karena menurut BPOM ada kata-kata yang berlebihan."
Ok, mari kita lihat....
Tolong... jelaskan! Bagaimana kata 'infusion' itu berlebihan? Dan bagaimana di produk yang sama yang berlebihan adalah kata 'organic'? Dan ketika yang 'organic' dianggap berlebihan, maka kata 'infusion' tidak dianggap berlebihan lagi? Tapi mereka satu produk?
#MulaiKusut
Mungkin bisa aja mba-nya kurang bisa menjelaskan karena nggak di-brief soal ini. Secara cuma gue kali yak yang kritis soal packagingnya jadi jelek ditempel-tempel ala anak SD yang salah tulis pakai pulpen tapi belum boleh pake tipe-ex, jadinya pake stiker Tom&Jerry buat ralat (yak, anak sekolah Indonesia banget---at least, zaman gue).
Gue tanya mba-mbanya, "jadi, kalau mau beras basmati, beli di M&S mana?"
"Ahh, umm... kayaknya memang nggak ada kita, mba"
Lah... ini opo?
Itu gue... sama beras Basmati microwave-ready.
Yawes, mungkin mba-nya baru.
Tapi akhirnya kemudian gue ke Food Hall-nya GI, literally Food Hall... the supermarket, yang ada di lantai UG West Mall. Mau cari Basmati, Shampoo (karena udah abis banget memang), Pesto Saucenya M&S (karena di Food Hall suka ada aisle khusus barang-barang M&S sih), sama Cilantro.
Namun pada kenyataannya, nggak ada satupun yang gue dapat. Mereka lagi renovasi, jadi lebih kecil untuk sementara. Pindah lah ke Ranch Market di East Mall. Nggak ada juga---Ranch Market memang kayaknya nggak jual Cilantro, selalu nggak dapat di situ. Kecuali Shampoo, meski merek lain.
Sempet cari di Plaza Indonesia, ada Food Hall juga. Tapi celingak-celinguk, nggak ada. Samperin lah mas-masnya, "mas, ada beras basmati?"
"Hah? Apa mba?"
"Beras Basmati."
"Itu kayak apa mba?"
"Ya beras"
"Oh kalo beras, kita adanya di aisle ini aja."
Ok, fix nggak ada.
But I found this....
![]() |
Yang udah dibeli, tapi belum dimasak. Betah di lemari. |
Anyway, akhirnya kemarin ini, abis nge-gym Sabtu pagi, sebelum kelas teh dan meeting bentar di PP, mampirin Senayan City. Jadi jam 10 selesai gym, janji ketemuan di PP jam 11, tapi lari dulu ke Senayan City demi belanja cantik di Marks & Spencer. Percayalah, tetap sampai di PP jam 11 kok. Hebat, kan?
Kembali ke Senayan City demi barang-barang Marks & Spencer yang sama dengan yang waktu itu lihat. Tapi ternyata, Basmati rice-nya... habis!
![]() |
Wait, whaaaat? |
Baique!
Lalu, ya udah... beli Pesto Sauce sesuai rencana, Tikka Masala sauce, dan teh hijau yang antara terlalu organic atau terlalu infusion itu (buat standby di kantor---musim hujan, butuh kehangatan sehat nan nikmat).
Kata mas dan mba M&S Senayan City, 'coba ke Food Hall di bawah mba, kita ada produk M&S juga di sana dan mungkin si Food Hallnya sendiri jual beras Basmati.'
Pas di kasir, (mungkin karena masih sepi banget) mba kasirnya ngecek tanggal kadaluwarsa dan kemasannya lagi, which is something I always do tapi lupa kali itu. Kemudian, pas sambil nunggu proses bayar, mbanya ngubek laci di belakang dia yang mana adalah... bubble wrap! Yes, they put extra care on my stuffs, secara Tikka Masala sama Pesto Sauce dibeling ya.
![]() |
I'm okay they're more expensive, then... (if they maintain this treatment) |
And oh, plastic bag. I don't mind plastic bag... c'mon. Life needs balance. Yang penting disimpan lagi ya, bisa dipakai lagi. Kalau mau dibuang, buang yang benar. Jangan sembarangan. Kuncinya: jangan lebay, jangan jorok, jangan males, jangan ignorant.
Setelah dari situ, berpindahlah ke Food Hall Senayan City, yang mana kejadian cari beras Basmati di Plaza Indonesia pun terulang. Nggak nemu dan disuruh ke aisle beras-berasan---dan nggak ada! Di aisle khusus barang M&S di Food Hall pun juga nggak ada.
Abis dari itu ke PP, on time. Urusan kelar (nggak kelar-kelar banget sih), ditemenin sama Wasa ke Kem Chicks. Beras Basmatinya sempet dibilang nggak ada. Kosong. Kemudian, pas mau keluar, mba-mbanya lari-larian ngejar gue dengan karung gede digedong. 'Mba, ini Basmati-nya! Adanya yang ini," kata si mba. 'Yah mba, aku mau yang kecil aja... "
Yawes, intinya kalau mau yang besar dan nggak beli online... Kemchick Pacific Place ada ya gengs. Dan mungkin yang kecil akan restock.
Anyway, pertanyaan buat BPOM itu belum terjawab ya.
Plus ada label ini yang jelas-jelas infonya udah ada di atasnya persis, cuma diterjemahin doang. Tapi labelnya malah tutupin info nutrisi yang gue lagi butuh, secara gue lagi usaha hidup sehat nih.